Sosok

Sosok
Headlines News :
Home » » Kunjungan Keluarga Gaza Ke Penjara Tak Sempurna

Kunjungan Keluarga Gaza Ke Penjara Tak Sempurna

Written By rumah karya on Rabu, 19 September 2012 | 16.42


Gaza – PIP: Bocah Nadir Abu Hauli (13 tahun) menangis sejadi-jadinya. Ia menginginkan berangkat bersama ibunya untuk mengunjungi ayahnya, Akief Abdurrabih (43 tahun) yang sedang ditahan di penjara Israel sejak 2002. Ia divonis 20 tahun penjara. Namun ibunya tak bisa berbuat apa-apa karena ia ditelpon pihak Palang Merah Internasional bahwa hanya ia dan ibu suaminya yang diizinkan menemui suaiminya di dalam penjara, setelah tujuh tahun lamanya mereka dilarang berkunjung.

Betul kami gembira, namun kegembiraan kami tak sempurna, saat menanggapi keputusan PMI yang melarang pihak keluarga membawa anak mereka masing-masing. Ia dan mertuanya telah menyiapkan jauh-jauh hari untuk menempuh perjalanan demi melihat buah hatinya, sejak jam tiga pagi. Mereka akan menempuh perjalanan selama tiga jam untuk sampai di perlintasan Bet Hanun, utara Gaza.

Walau mereka harus bersusah payah dan cape, tapi Ummu Nadir tetap semangat untuk bertemu dengan suaminya, abu Nadir demi memberikan dukungan padanya agar tetap tabah menjalani ujian.

Saat diwawancarai pusat kajian tawanan Palestina, Ummu Nadir mengungkapkan, kegetiranya harus berpisah dengan anak-anaknya yang tidak bisa melihat ayah mereka. Tapi saya akan meyakinkan mereka untuk tetap tenang setelah tujuh tahun mereka gelisah.

Sekitar 70 keluarga, kemarin melewati perlintasan Bet Hanin untuk menunggu giliran dapat menyeberangi perbatasan. Mereka ingin segera bertemu dengan anggota keluarga mereka dan ingin memastikan tentang kondisi mereka di dalam penjara, terutama setelah ada gelombang aksi penganiayaan yang dilakukan tentara Zionis ke di dalam penjara.

Setelah melalui perjalanan yang cukup berat, akhirnya mereka tiba di penjara Echila pada jam 8.30. alangkah gembiranya pihak keluarga mereka bisa bertemu dengan sanak keluarganya masing-masing setelah bertahun-tahun mereka tak bertemu.

Ummu Nadir dapat bertemu dengan suaminya, Akif Abu Nadir walau dihalangi dengan jeruji besi dan berbicara melalui telepon, selama 30 menit saja. “saya dapat mendengar suaranya, dan meyakinkan dia untuk tetap tabah dan menjaga kesehatanya”.

Selama tujuh tahun, pihak keluarga bersabar, berdo’a dan berdo’a pada Allah untuk dapat dikuatkan dan dapat bertemu dengan anggota keluarganya di penjara Israel. Akef ingin sekali melihat anaknya, sejak ia ditangkap 10 tahun lalu, ia belum pernah melihat anaknya kembali. Ia hanya bisa melihat Nada yang baru berumur 3 tahun, itupun dari foto. Ia juga tak memiliki foto anaknya yang kedua dan ketiganya, Ahmad dan Nadir. Ibunya mengatakan, pihak penjara tak mengizinkan dirinya membawa serta anak-anak mereka ke dalam penjara.

Setengah jam berlalu, seolah hanya sekejap mata, belum puas rasanya berbicara, Ummu Nadir harus berpisah dengan suaminya yang sangat dirindukanya. Jangankan untuk memeluk, hanya berjabatan tanganpun tidak bisa. Puluhan pertanyaan memenuhi benak Ummu Nadir, apakah anak-anaknya tidak berhak malihat orang tuanya ? Apakah mereka tidak berhak untuk duduk bersanding barang sekejap setelah sekian lama mereka berpisah ? Apakah kami tidak layak untuk diperlakukan terhormat saat mengunjungi keluarganya ?. Kapankah ia dapat bertemu kembali dengan suaminya ?. ia khawatir ini adalah pertemuan terakhir dengan suaminya dan tak bisa bertemu kembali selamanya. (asy)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Tarbiyatuna - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger